FORUM MANDAILING

ro ho, ro au , rap ro ma hita, rap ro rap ra

ambukon mada gut-gut i

HORAS TONDI MATOGU PIR TONDI MADINGIN

kepada seluruh pengunjung forum mandaling yang terhormat, forum ini belum memiliki moderator untuk mengendalikan seluruh thread dengan beberapa kategori, di mohonkan tu koum-koum yang luang waktu untuk dapat bergabung menjadi moderator forum ini, hanya membutuhkan loyalitas dan pengetahuan tentang mandailing agar forum ini bisa berkembang ke depannya, terimakasih

    Langgam Bicara

    Share

    Admin
    Admin

    Jumlah posting : 22
    Reputasi-mu : 0
    Join date : 22.02.11

    Langgam Bicara

    Post  Admin on Wed Mar 02, 2011 8:58 pm

    Orang Mandailing sangat kuat memperlihatkan bahasa tubuh. Tidak semua hal yang penting harus diucapkan. Seringkali hal-hal yang penting itu tampil dalam bahasa tubuh, apakah itu dengan mimik, gerak anggota badan lainnya, maupun dengan diam sama sekali. Lawan bicaranya, pastilah tidak akan salah paham tentang apa yang disembunyikan itu. Orang Mandailing diajari untuk tidak serta merta memberi reaksi dalam berdialog. Jika seseorang sedang berbicara, maka ketika lawan bicaranya ingin memberi tanggapan, yang disebut terakhir ini memberi tanda-tanda dengan bahasa tubuh berupa isyarat kepada orang yang berbicara itu bahwa ia nanti akan memberi tanggapan. Apakah tanggapan yang akan disampaikan itu positif atau negatif, dapat diantisipasi oleh orang yang sedang berbicara tersebut. Begitu indahnya orang Mandailing berdialog, terasa suasana kasih sayang di dalam dialog itu. Sekeras apa pun dialog itu, setajam apapun kata-kata yang diucapkan, tak akan menimbulkan dendam kesumat.

    Ciri khas langgam bicara orang Mandailing adalah pengucapan kata-kata yang berirama. Semua huruf yang tertulis diucapkan dengan jelas. Tetapi lebih daripada itu, yang paling menonjol adalah lafal huruf sengau secara sempurna. Huruf-huruf sengau, n, m, ng yang diucapkan orang Mandailing secara sempurna itu menimbulkan suatu gaung bagaikan multiplex stereo yang ditangkap oleh daun telinga, kemudian menggetarkan kulit selaput di dalam telinga.

    Suara sengau itu seolah memiliki ruh yang dapat menggetarkan syaraf-syaraf. Ada getaran gaib yang membuatnya berkesan, kata-kata yang terdiri dari huruf-huruf sengau itu sering terngiang-ngiang di telinga kita. Suara sengau seperti itu dapat merangsang suasana damai dan relaksasi baik bagi yang mendengar, terlebih bagi yang mengucapkannya. Gelombang suara itu dapat mengendurkan syaraf-syaraf. Sehingga tercipta kejernihan dalam mengelola cara kerja pikiran dan perasaan.

    Ini merupakan karunia Allah yang sangat besar. Komunikasi dengan kata-kata berhuruf sengau itu menciptakan keakraban. Lafal seperti itu memiliki kekuatan kata-akata yang diucapkan oleh orang tua dalam membina anak-anaknya, dan ini pula yang merupakan kekuatan para guru, da’i, Tuan Syekh dan para agen pembaharuan di Mandailing. Langgam bicara orang Mandailing disebut lambok, langgam bicara Angkola dan Sipirok disebut laok dan langgam bicara Padang Lawas disebut purpur. Cobalah ucapkan kalimat di bawah ini, dengan langgam bicara Mandailing dan langgam bicara Angkola, Sipirok, Padang Lawas (ASPAL) dalam satu kalimat dengan dua langgam. Dua kalimat di bawah ini memberi getaran gendang telinga yang berbeda dan kesan yang berbeda pula.

    Langgam Mandailing:
    Ning tulangku na di Batangtoru i, pala amang tua ni nantulang na di Pagaran Singkam ma ompungku na di Gunungtua i.
    Langgam ASPAL:
    Nik tulakku na di Bataktoru i, pala amaktua ni nattulang na di Pagarat Sikkam ma oppunkku na di Gunuktua i.

    Contoh bahasa dunia yang sangat kaya dengan huruf sengau adalah bahasa Prancis. Lafal kata-kata bahasa Prancis yang lembut dan merdu itu, diakui sebagai bahasa peradaban. Begitu besarnya peranan bahasa Prancis dalam pergaulan dunia, sehingga salah satu syarat untuk menjadi Sekretaris Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), adalah fasih berbahasa Prancis.

    Bahasa Al-Qur’an, bahasa Arab, lebih kaya lagi huruf sengau dan lagu kalimatnya. Saya berpendapat, bahwa tidak sedikit pengaruh bahasa Al-Qur’an dalam memperkaya dan memantapkan bunyi huruf-huruf sengau itu ke dalam lafal bahasa Mandailing. Karena setiap huruf bahasa Al-Qur’an itu mempunyai “hak suara” yang harus diucapkan secara jelas. Orang bertanya. kenapa hal ini tidak terjadi pada bahasa Minangkabau yang juga dikenal sangat kuat dipengaruhi agama Islam? Biarlah para filolog mencari jawabannya.

    SUMBER : http://www.basyral-hamidy-harahap.com

      Waktu sekarang Sun Aug 20, 2017 9:15 am